Pada tulisan kali ini, gw akan coba meringkas materi Psikologi Industri yang disampein oleh dosen kita yang bernama Bapak Seta Nugroho, yang tentunya dijelasin berdasarkan versi gw... :D. Nggk perlu berpanjang lebar lagi, berikut ini ringkasannya :
Dalam jurusan Teknik Industri, ada satu mata kuliah yang bernama Psikologi Industri. Apa itu Psikologi Industri??? Gw juga nggk tau, jdi mari kita cari tau sama-sama... :D
Psikologi Industri itu terdiri dari 2 kata, yaitu psikologi dan industri. Psikologi menurut KBBI adalah ilmu yang mempelajari tentang kegiatan dan gejala kejiwaan manusia, sedangkan industri menurut KBBI adalah kegiatan memproses atau mengolah barang dengan menggunakan peralatan atau mesin. Jadi Psikologi Industri dapat kita simpulkan sebagai ilmu yang mempelajari tentang kejiwaan manusia dalam mengolah atau memproses suatu barang ( kegiatan industri ). Weddeeewww berat banget bahasa gw ya??? :D
Setelah kita mengetahui arti dari Psikologi Industri maka selanjutnya kita akan membahas mengapa kita perlu belajar MatKul Psikologi dalam jurusan Teknik Industri. Industri tidak ubahnya seperti sebuah organisasi, dimana ia memiliki anggota/manusia, visi dan misi, sistem dan lain-lain. Dan yang menjadi central part dari itu semua adalah manusia, karena dia yang akan menjalankan visi dan misi maupun sistem. Bila tidak ada manusia, siapa yang akan menjalakankan itu semua? mesin? atau setan??? Just kidding... :D
Jadi itulah alasan mengapa kita perlu mempelajari tentang Psikologi Industri dalam jurusan Teknik Industri.
Seorang lulusan Teknik Industri sudah seharusnya menjadi "pemimpin" dalam sebuah industri (pabrik) dimana ia akan memiliki bawahan yang akan menjadi tanggungjawabnya. Selain mengatur pekerjaan ia juga harus memikirkan mengenai kesejahteraan akan kebutuhan hidup bawahannya. Menurut Abraham Maslow, manusia memiliki lima tingkat kebutuhan hidup yang akan selalu berusaha untuk dipenuhi sepanjang masa hidupnya. Ada 5 tingkatan yang dapat membedakan setiap manusia dari sisi kesejahteraan hidupnya. Kebutuhan tersebut berjenjang dari yang paling mendesak hingga yang akan muncul dengan sendirinya saat kebutuhan sebelumnya telah dipenuhi. Setiap orang pasti akan melalui tingkatan-tingkatan itu, dan dengan serius berusaha untuk memenuhinya, namun hanya sedikit yang mampu mencapai tingkatan tertinggi dari piramida ini. Lima tingkat kebutuhan dasar menurut teori Maslow adalah sebagai berikut :

1. Kebutuhan Fisiologis (Physiological)
Kebutuhan Fisiologis adalah kebutuhan manusia yang paling dasar. Dan untuk memenuhinya, tidak sedikit orang yang melakukan tindak kriminal. Dan biasanya, orang-orang yang melakukan hal tersebut adalah orang-orang dengan tingkat kesejahteraan rendah
Contoh kebutuhan fisiologis adalah : Sandang / pakaian, pangan / makanan, papan / rumah, dan kebutuhan biologis seperti buang air besar, buang air kecil, bernafas, dan lain sebagainya.
2. Kebutuhan Keamanan dan Keselamatan (Safety)
Setelah kebutuhan fisiologis telah terpenuhi, maka kebutuhan lain yang akan dicari adalah keamanan dan keselamatan. Pada tahap ini dia akan mencoba mencari keamanan atau keselamatan dari hal-hal yang telah dimiliki baik itu barang maupun orang-orang terdekat.
Contoh seperti : Bebas dari PHK, bebas dari penjajahan, bebas dari ancaman, bebas dari rasa sakit, bebas dari teror, dan semacamnya.
3. Kebutuhan Cinta atau Kasih Sayang (Love)
Tingkat selanjutnya adalah kebutuhan Cinta atau Kasih Sayang. Yang dicari pada tingkatan ini adalah rasa cinta atau kasih sayang dari orang-orang disekitarnya.
Misalnya adalah : Rasa kasih sayang dari teman kantor atau teman dekat, rasa kasih sayang dari keluarga, kebutuhan cinta dari lawan jenis, dan lain-lain.
4. Kebutuhan Penghargaan (Esteem)
Dalam kategori ini dibagi menjadi dua jenis, Eksternal dan Internal.
- Sub kategori eksternal meliputi : Pujian, piagam, tanda jasa, hadiah, dan banyak lagi lainnya.
- Sedangkan sub kategori internal sudah lebih tinggi dari eskternal, pribadi tingkat ini tidak memerlukan pujian atau penghargaan dari orang lain untuk merasakan kepuasan dalam hidupnya.
5. Kebutuhan Aktualisasi Diri (Self Actualization)
Kebutuhan Aktualisasi Diri ini merupakan tingkatan tertinggi dari piramida kebutuhan hidup manusia menurut Abraham Maslow. Pada tingkat ini, seorang manusia dapat menjadi dirinya sendiri tanpa terpengaruh hal-hal disekitarnya, baik itu orang-orang maupun lingkungan disekitarnya.
Ada kebutuhan, ada juga keinginan. Ada yang tau perbedaannya??? (kalo yang kemaren ngedengerin kuliahnya konsen mah pasti tau... :D). Ok, buat yang belom tau gw akan coba sedikit ngejelasin. Kebutuhan itu merupakan sesuatu yang harus kita penuhi, untuk memiliki kehidupan yang normal. Sedangkan keinginan adalah rasa untuk memiliki sesuatu yang didasari oleh nafsu. Jadi, keinginan tidak selamanya sesuatu yang kita butuhkan. Dan kita harus bisa membedakannya agar tidak melakukan atau membeli sesuatu yang sebenarnya tidak kita butuhkan
Mungkin cukup sekian yang bisa gw ringkas dari hasil kuliah malem kemaren, mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi siapa aja yang baca. Aaaaaaaammiinn...
Dan untuk menutup tulisan ini gw akan sedikit berpantun yang gw bajak dari Menkominfo kita sekarang,
"Burung gelatik burung cendrawasih, cukup sekian dan terima kasih".
Wassalamu'alaikum wr. wb. :D