Jumat, 03 Mei 2013

Human Capital ( Pertemuan ke II )

Assalamu"alaikum wr. wb. Selamat Pagi/Siang/Sore/Malem buat yang baca... :D
It's been a while since the last time I wrote on this blog. So, let me write again this time... :D
Kali ini saya akan menulis apa yang dipelajari dan dibahas pada pertemuan kedua yang lalu. Dan sebenarnya, materi yang dipelajari pada pertemuan yang lalu, dapat didownload di situs www.authorstream.com atau www.slideshare.com.
Untuk memulainya pembahasan pertemuan kemarin, saya akan mengajukan sebuah pertanyaan, "Apa sih tujuan hidup Anda???" ( silahkan jawab dalam hati, nggk perlu teriak, karena nggk akan kedengeran saya juga... :D ). Dan kebanyakan orang jika ditanya hal ini maka akan menjawab ingin sukses di dunia dan bahagia di akhirat ( termasuk saya... :D ). Maka timbul pertanyaan lain, "Apa indikator sukses di dunia menurut Anda???". Ada yang mejawab "Jika sudah mencukupi semua kebutuhan pribadi", atau "Jika sudah memiliki usaha/toko buah yang memiliki banyak cabang" dan lain-lain. Tapi dari semua jawaban pertanyaan itu, semuanya mementingkan kebutuhan/keinginan diri sendiri, tanpa memikirkan orang di sekitar kita. Seharusnya kita memiliki tujuan hidup yang lebih besar dari ini, tujuan yang mampu memberikan arti/perbedaan yang positif kepada orang banyak, minimal bagi orang-orang di sekitar kita.
Kita adalah manusia, yang pada hakikatnya adalah makhluk ciptaan Tuhan jauh lebih sempurna melebihi ciptaan Tuhan yang lain. Tingkatan tertinggi seorang manusia adalah "Mulia", yaitu di mana kehadirannya memberikan dampak positif bagi lingkungan, maupun orang-orang disekitarnya. Untuk mencapai tingkatan ini, dapat menggunakan akronim BRIGHT. BRIGHT terdiri dari 3 elemen, yang pertama Brain atau bisa kita sebut sebagai Intelektual Knowledge. Elemen ini berhubungan dengan pengetahuan seseorang, semakin cerdas ia, maka semakin besar peluangnya untuk mencapai "Mulia". Yang kedua adalah RIGHt atau bisa kita sebut sebagai Spiritual Knowledge. Elemen ini  berhubungan dengan kecerdasan spiritual dan emosional, di mana orang yang pintar intelektual juga harus diimbangi dengan kecerdasan spiritual dan emosional. Dan elemen yang terakhir yaitu Talented atau Talenta / Bakat. Kita harus mengetahui apa bakat yang kita miliki sehingga kita dapat memperdalam bakat tersebut dan menjadi "senjata utama" kita. Bila semua elemen ini dapat kita miliki, maka Insya Allah kita bisa menjadi orang yang "Mulia", baik di mata orang maupun di pandangan Tuhan.
Manusia juga merupakan bagian yang tak terpisahkan dari suatu organisasi/perusahaan. dimana keduanya dihubungkan satu sama lain oleh sebuah sistem. Dan sebuah organisasi/perusahaan, pasti memiliki sebuah tujuan layaknya seorang manusia. Dan untuk mencapai tujuan tersebut, ada beberapa elemen yang dipakai, yaitu :
1. Visi & misi
2. Values (Corporate Culture)
3. Restra (REncana STRAtegis)
4. Fuction (Struktur Organisasi), dimana di dalamnya mencakup Job Analisys seperti Job Description, Key Performance Indicator ( KPI), Job Specification, dan Competency.
Sepertinya cukup sekian bahasan kuliah kemarin, mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi siapa saja yang membaca tulisan ini... :D
Dan untuk menutup tulisan ini, saya akan mengutip pantun yang lagi-lagi berasal dari Menkominfo kita saat ini "Bu Sri Mulyani ngemut daun sirih, cukup sekian dan terima kasih" :D
Wassalamu'alaikum wr. wb.

Minggu, 07 April 2013

MatKul Psikologi Industri Dalam Jurusan Teknik Industri

Assalamu'alaikum wr. wb.
Pada tulisan kali ini, gw akan coba meringkas materi Psikologi Industri yang disampein oleh dosen kita yang bernama Bapak Seta Nugroho, yang tentunya dijelasin berdasarkan versi gw... :D. Nggk perlu berpanjang lebar lagi, berikut ini ringkasannya :

Dalam jurusan Teknik Industri, ada satu mata kuliah yang bernama Psikologi Industri. Apa itu Psikologi Industri??? Gw juga nggk tau, jdi mari kita cari tau sama-sama... :D

Psikologi Industri itu terdiri dari 2 kata, yaitu psikologi dan industri. Psikologi menurut KBBI adalah ilmu yang mempelajari tentang kegiatan dan gejala kejiwaan manusia, sedangkan industri menurut KBBI adalah kegiatan memproses atau mengolah barang dengan menggunakan peralatan atau mesin. Jadi Psikologi Industri dapat kita simpulkan sebagai ilmu yang mempelajari tentang kejiwaan manusia dalam mengolah atau memproses suatu barang ( kegiatan industri ). Weddeeewww berat banget bahasa gw ya??? :D

Setelah kita mengetahui arti dari Psikologi Industri maka selanjutnya kita akan membahas mengapa kita perlu belajar MatKul Psikologi dalam jurusan Teknik Industri. Industri tidak ubahnya seperti sebuah organisasi, dimana ia memiliki anggota/manusia, visi dan misi, sistem dan lain-lain. Dan yang menjadi central part dari itu semua adalah manusia, karena dia yang akan menjalankan visi dan misi maupun sistem. Bila tidak ada manusia, siapa yang akan menjalakankan itu semua? mesin? atau setan??? Just kidding... :D
Jadi itulah alasan mengapa kita perlu mempelajari tentang Psikologi Industri dalam jurusan Teknik Industri.

Seorang lulusan Teknik Industri sudah seharusnya menjadi "pemimpin" dalam sebuah industri (pabrik) dimana ia akan memiliki bawahan yang akan menjadi tanggungjawabnya. Selain mengatur pekerjaan ia juga harus memikirkan mengenai kesejahteraan akan kebutuhan hidup bawahannya. Menurut Abraham Maslow, manusia memiliki lima tingkat kebutuhan hidup yang akan selalu berusaha untuk dipenuhi sepanjang masa hidupnya. Ada 5 tingkatan yang dapat membedakan setiap manusia dari sisi kesejahteraan hidupnya. Kebutuhan tersebut berjenjang dari yang paling mendesak hingga yang akan muncul dengan sendirinya saat kebutuhan sebelumnya telah dipenuhi. Setiap orang pasti akan melalui tingkatan-tingkatan itu, dan dengan serius berusaha untuk memenuhinya, namun hanya sedikit yang mampu mencapai tingkatan tertinggi dari piramida ini. Lima tingkat kebutuhan dasar menurut teori Maslow adalah sebagai berikut :
1. Kebutuhan Fisiologis (Physiological)
Kebutuhan Fisiologis adalah kebutuhan manusia yang paling dasar. Dan untuk memenuhinya, tidak sedikit orang yang melakukan tindak kriminal. Dan biasanya, orang-orang yang melakukan hal tersebut adalah orang-orang dengan tingkat kesejahteraan rendah
Contoh kebutuhan fisiologis adalah : Sandang / pakaian, pangan / makanan, papan / rumah, dan kebutuhan biologis seperti buang air besar, buang air kecil, bernafas, dan lain sebagainya.
2. Kebutuhan Keamanan dan Keselamatan (Safety)
Setelah kebutuhan fisiologis telah terpenuhi, maka kebutuhan lain yang akan dicari adalah keamanan dan keselamatan. Pada tahap ini dia akan mencoba mencari keamanan atau keselamatan dari hal-hal yang telah dimiliki baik itu barang maupun orang-orang terdekat.
Contoh seperti : Bebas dari PHK, bebas dari penjajahan, bebas dari ancaman, bebas dari rasa sakit, bebas dari teror, dan semacamnya.
3. Kebutuhan Cinta atau Kasih Sayang (Love)
Tingkat selanjutnya adalah kebutuhan Cinta atau Kasih Sayang. Yang dicari pada tingkatan ini adalah rasa cinta atau kasih sayang dari orang-orang disekitarnya.
Misalnya adalah : Rasa kasih sayang dari teman kantor atau teman dekat, rasa kasih sayang dari keluarga, kebutuhan cinta dari lawan jenis, dan lain-lain.
4. Kebutuhan Penghargaan (Esteem)
Dalam kategori ini dibagi menjadi dua jenis, Eksternal dan Internal.
- Sub kategori eksternal meliputi : Pujian, piagam, tanda jasa, hadiah, dan banyak lagi lainnya.
- Sedangkan sub kategori internal sudah lebih tinggi dari eskternal, pribadi tingkat ini tidak memerlukan pujian atau penghargaan dari orang lain untuk merasakan kepuasan dalam hidupnya.
5. Kebutuhan Aktualisasi Diri (Self Actualization)
Kebutuhan Aktualisasi Diri ini merupakan tingkatan tertinggi dari piramida kebutuhan hidup manusia menurut Abraham Maslow. Pada tingkat ini, seorang manusia dapat menjadi dirinya sendiri tanpa terpengaruh hal-hal disekitarnya, baik itu orang-orang  maupun lingkungan disekitarnya.

Ada kebutuhan, ada juga keinginan. Ada yang tau perbedaannya??? (kalo yang kemaren ngedengerin kuliahnya konsen mah pasti tau... :D). Ok, buat yang belom tau gw akan coba sedikit ngejelasin. Kebutuhan itu merupakan sesuatu yang harus kita penuhi, untuk memiliki kehidupan yang normal. Sedangkan keinginan adalah rasa untuk memiliki sesuatu yang didasari oleh nafsu. Jadi, keinginan tidak selamanya sesuatu yang kita butuhkan. Dan kita harus bisa membedakannya agar tidak melakukan atau membeli sesuatu yang sebenarnya tidak kita butuhkan

Mungkin cukup sekian yang bisa gw ringkas dari hasil kuliah malem kemaren, mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi siapa aja yang baca. Aaaaaaaammiinn...
Dan untuk menutup tulisan ini gw akan sedikit berpantun yang gw bajak dari Menkominfo kita sekarang,
"Burung gelatik burung cendrawasih, cukup sekian dan terima kasih".
Wassalamu'alaikum wr. wb. :D